Tantang Ancaman Dilaporkan 100 Advokat Usai Kritik Puan Maharani, Nikita Mirzani : Terlalu Banyak Bacot!

sensasional Nikita Mirzani ogah memenuhi imbauan pihak Gema Puan Maharani Nusantara (GMPN) yang meminta dirinya minta maaf usai mengkriti Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Waktu 1 x 24 yang diberikan untuknya juga diabaikannya. Dia malah menantang dan tak takut dirinya dipolisikan. Lewat unggahan di Instagram Story-nya, Jumat (9/10/2020) siang.

“Are You Ready? Terlalu banyak bacot, sudah 1 x 24 jam nih,” tulisnya singkat.

Sebelumnya, Nikita menilai anggota DPR seharusnya tak perlu buru-buru mengesahkan RUU tersebut di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung berkurang jumlah penderitanya.

Sponsored Ad

Belum lagi, banyak warga yang terdampak pandemi yang masih bingung mememuhi kebutuhan pokok. “Pandemi enggak diurus, orang miskin makin miskin,” tulisnya lewat akun Instagramnya.

Di sisi lain, Nikita juga menyoroti soal Ketua DPR RI, Puan Maharani dengan aksi mematikan mic saat rapat pengesahan RUU Ciptaker. “Ibu Puan ini loh suka jail jarinya. Kenapa ibu Puan Maharani matiin mikrofonnya?,” tanyanya.

Dia menyebut tak sepantasnya Puan berlaku begitu saat anggota DPR lain. “Kurang fair ketika orang sedang menyuarakan suaranya tapi tidak bisa didengar, negara ini dibangunin atas dasar Pancasila,” jelasnya.

Sponsored Ad

“Masih ingat enggak Pancasila dari 1 sampai ke-5, jangan sampai aku datangkan Tante Lala (selebgram viral) ini ke DPR RI,” pungkas ibu tiga anak ini.

Sejatinya, dari pengalaman perseteruan Nikita sebelum-sebelumnya kritikannya ke Puan Maharani terbilang masih normal dan jauh dari kata kasar.

Dilansir dari tayangan IntipSeleb, Kamis (8/10/2020), GMPN menyebut Nikita tak seharusnya menyindir Puan. “Kalau mbak Puan trahnya jelas. Kakeknya Penggagas Pancasila sangat paham betul itu pancasila. Hati-hati loh Nik, ini bukan dunia entertaiment. Kalau diumpamakan sama aja, ikan diajarin berenang. Konyol namanya,” uajr Ketua DPP Bidang Hukum Dan HAM, Ali Nugroho.

Sponsored Ad

Ali Nugroho menyebutkan atas nama GMPN meminta Nikita minta maaf. Namun, jika tidak dilakukan, pihaknya siap masuk ke ranah hukum. “GPMN akan kumpulkan 100 advokat-advokat dari Sabang sampai Merauke yang ada di 30 Provinsi. Dalam waktu 1×24 jam bila Nikita tidak memohon maaf. Kami adukan ke dewan pers. Kami akan layangkan somasi. Berkomentar tidak esensi,” jelasnya.

“Akrobatik politik itu namanya. Nikita kalau mau belajar politik jangan menyerang seseorang hanya berdasarkan bukti petunjuk. Kalau anda ngebet nyaleg, masih lama. Jangan buat sensasi. Kalau Nikita dengan sensasi bisa menang di legislatif 2024. Saya berani ‘telanjang’ ngitarin Monas,” pungkasnya.


Sumber: pojoksatu

Kamu Mungkin Suka