Video Prank Bantuan Nasi Kotak Buat Transpuan Ini Viral dan Tuai Keccaman: Gak Ada Rasa Kemanusiaannya!

Sebuah video prank terhadap beberapa waria alias transpuan tengah viral di media sosial. Video tersebut telah membuat warganet geram karena merasa yang diperbuat perekam video itu keterlaluan. 

Disebarluaskan oleh @Al-arsyad18 di Twitter, video tersebut kini telah ditonton ratusan ribu warganet.

Terlihat dalam video 30 detik tersebut, seorang pria yang sedang membonceng sepeda motor memberikan seikat kotak makanan kepada dua orang transpuan di pinggir jalan. Kata pria tersebut, "Buat bareng-bareng, bagi-bagi ya ke temannya." 

Sponsored Ad

Seorang transpuan yang melihat aksi pria tersebut pun mengira bahwa ia ingin membantu dan memberikan makanan. Transpuan itu pun mengatakan kepada temannya, "Lagi baik, lagi baik tuh." 

Mereka tak curiga karena pembagian bantuan makanan memang belakangan sering terjadi di tengah wabah virus korona COVID-19. Namun setelah seikat kotak makanan tersebut diambil, pengendara motor berteriak sambil melaju dan tertawa, "Nasi kosong itu ya…nasi kosong itu!" 

Sponsored Ad

Kedua transpuan itu pun bingung dan langsung membuka kotak yang diterimanya, dan ternyata memang betul kosong. Sepintas terlihat kotak nasi itu adalah bekas dimakan dan sudah tidak ada isinya lagi. 

Sponsored Ad

Geram telah ditipu dan dipermainkan, mereka melempar kotak tersebut kepada pria yang memberikan kotak tersebut. Kedua pria tersebut belum pergi jauh karena ingin menunggu ekspresi kedua transpuan yang telah dikerjainya. Mereka lalu kabur dan meninggalkan lokasi.

Kisah ini membuat masyarakat semakin berang terhadap orang-orang yang mendiskriminasikan kaum transpuan. 

Kasus ini mencuatkan kembali keprihatinan soal seringnya kaum transpuan menjadi korban kejahilan hingga ketidakadilan. Sebelumnya pada awal April kemarin, seorang transpuan bernama Mira (43) meninggal dunia setelah dibakar hidup-hidup oleh sekelompok preman alias bajing loncat (bajilo), karena dituduh telah mencuri telepon genggam dan dompet seorang supir truk. 

Sponsored Ad

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (4/4) malam hari, di Cilincing, Jakarta Utara, seorang supir truk yang menuduh Mira telah mencopetnya, dilaporkan menggeledah tempat tinggal Mira namun tidak menemukan barang bukti apapun. Merasa tidak puas, ia dikabarkan Mira dipukuli dan dibakar hidup-hidup. Mira meninggal keesokan siang harinya di RSUD Koja, akibat mengalami luka bakar hingga 90% tubuhnya. 

Sponsored Ad

Sejumlah LSM yang tergabung dalam Tim Advokasi Kasus Mira mendesak pemerintah agar melindungi dan memenuhi hak kaum LGBTIQ, agar tidak lagi terjadi tindak kekerasan terhadap kaumnya yang telah termarjinalkan. Berdasarkan data 12 Tahun Persekusi LGBT di Indonesia yang dilakukan oleh Yayasan Arus Pelangi, tercatat bahwa 88 persen korban tindak pidana adalah kelompok transpuan.



Sumber: Linetoday

Kamu Mungkin Suka